Pengertian Etika Komunikator - Etika Kehumasan - Alfan.id

Campus Project Est. 2015

Update

Kamis, 30 Juni 2016

Pengertian Etika Komunikator - Etika Kehumasan

PENGERTIAN ETIKA KOMUNIKATOR

Etika Komunikator
Sejak zaman Yunani Purba, bentuk komunikasi masih sederhana dan langsung, yaitu lebih banyak melalui bahasa lisan yang disebut retorika. Para komunikatornya di sebut orator dan rhetor, biasanya mereka harus memiliki pengetahuan dasar tentang : ethos, pathos dan logos.
Selanjutnya Effendy (2000:351) penjelasan artinya sebagai berikut :

A.Ethos
Ethos berarti sumber kepercayaan (source crredibility). Seorang orator harus dapat dipercaya karena yang bersangkutan harus memiliki keahlian, kemampuan dan pengetahuan luas dalam bidang yang memang dikuasainya dengan baik. Jadi orator yang berwibawa dapat dipercaya dan diterima oleh komunikan atau publiknya.

B. Pathos
Pathos berarti imbauan emosional, kemampuan menampilkan “gaya emotif dan persuasif” yang dimiliki oleh seorang rethor. Dengan penampilan tersebut, orator yang mampu berbicara secara memukau, menarik dan antusias akan lebih berhasil menampilkan imbauan emosional dengan semangat yang berkobar-kobar saat berpidato, serta mampu membangkitkan emosi dan semangat dari khalayak.


C. Logos
Logos berarti imbauan logis, yaitu kemampuan yang dimiliki oleh orator lebih “bergaya akademisi” dalam menguraikan isi pesan atau materi pidato, ceramah dan kuliah yang disampaikan secara logis, wajar, sistematis dan argumentatif. Dengan demikian, penyampaian pesannya mudah dimengerti serta dapat diterima oleh nalar para pendengarnya.

Sehubungan dengan pemahaman ketiga pengetahuan dasar tersebut, khususnya ethos harus dikuasai oleh seorang oratoe atau rethor. Di samping itu, orator juga memiliki pengetahuan tentang etika komunikasi agar dapat dipercaya dengan syarat menguasai komponen-komponen dan faktor-faktor ethos tertentu sebagai penunjangnya. Menurut Austin J. Freeley menjelaskan hal-hal sebagai berikut :
Pengertian Etika Komunikator - Etika Kehumasan
Pengertian Etika Komunikator - Etika Kehumasan

1. Komponen-komponen ethos yaitu komunikator yang memiliki :

a.Mempunyai kemampuan atau kewenangan (competence)
b. Memiliki integritas atau kejujuran (integrity)
c. Berkemauan baik (goodwill)

PENGERTIAN ETIKA KOMUNIKATOR

2. Faktor-faktor pendukung ethos


Sukses atau tidaknya komunikator akan ditentukan oleh kemampuan dalam mengadakan pilihan yang akan meningkatkan ethosnya dimata komunikannya, yaitu memiliki persyaratan tertentu sebagai berikut :

a. Persiapan (preparation)
Persiapan sebagai komunikator untuk tampil mutlak diperlukan, mulai dari penguasaan dan persiapan bahan-bahan materi, pesan, informasi dan tema yang hendak disampaikan, serta mempelajari problem/permasalahan yang akan dihadapi termasuk mengetahui siapa yang mejadi khalayak sebagai target sasarannya.
b. Kesungguhan (seriousness)
Komunikator harus menunjukkan keseriusan yang penuh perhatian sehingga menimbulkan kepercayaan di mata khalayaknya. Apabila orator ingin menampilkan humor atau lelucon, itu hanya dianggap sebagai selingan dan tidak akan menimbulkan kesan yang bersangkutan sebagai seorang pelawak yang sedang tampil untuk memberikan hiburan sehinggan dapat dinilai tidak serius di mata khalayak.
c. Ketulusan (sincerity)
Kemampuan dalam membawakan kesan kepada khalayaknya, bahwa komunikator adalah seorang yang tulus hati, pikiran, dan perilakunya. Dalam penyampaian atau tindakannya harus berhati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan di mata publiknya.
d. Kepercayaan (confidence)
Komunikator harus senantiasa memancarkan kepastian atau kepercayaan di mata publiknya dan tidak boleh teledor atau tidak teliti dalam berbuat kesalahan atau kecurangan sehingga menimbulkan suatu penilaian “lain di hati lain pula di mulut”. Hal ini menimbulkan citra negatif bagi komunikatorn yang bersangkutan.
e. Ketenangan (poise)
Khalayak cenderung lebih percaya pada pembicara yang bersikap tenang, menyakinkan, berwibawa, dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menyampaikan pesan di hadapan khalayaknya.
f. Keramahan (friendly)
Komunikasi yang efektif terjadi jika pesan yang disampaikan secara komunikatif dan bernada bersahabat, saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat , serta tidak menampilkan sikap sepihak, melecehkan pihak yang bertentangan atau bersikap arogan “yang pokoknya” atau menunjukkan “sok pintar atau sok tahu”.
g. Kesederhanaan (moderation)
Penampilan pembicara yang sederhana dan isi pembicara yang berbobot serta wajar biasanya lebih menarik dibandingkan dengan penampilan bahasa yang sombong atau “perlente”, penuh dengan istilah-istilah teknis atau akademis (bahasa asing) yang orang lain tidak mengerti ucapan tersebut sehingga menimbulkan antipati pihak khalayaknya.

3. faktor-faktor penunjang komunikasi yang komunikatif


Untuk mengetahui efek atau dampak pesan dalam suatu proses komunikasi yang diterima atau mendapat tanggapan oleh pihak khalayaknya. Setidaknya harus berpedoman pada “Know your audience”. Suatu kondisi yang harus dipenuhi jika menginginkan suatu pesan dapat membangkitkan tanggapan seperti yang dikehendaki memiliki rumusan sebagai berikut :
a. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian komunikan.
b. Pesan harus menggunakan lambang-lambang atau arti yang sama antara komunikator dan komunikan sehingga mudah dimengerti.
c. Pesan tersebut dapat membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan memberikan saran beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan.
d. Pesan dapat menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan tersebut yang layak bagi situasi kelompok, di mana komunikan itu berada agar dapat digerakkan untuk memberikan tanggapan seperti yang dikehendaki.

" PENGERTIAN ETIKA KOMUNIKATOR "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad