Pengertian Dasar-Dasar Metode Penelitian & Metode Ilmiah - Alfan.id

Campus Project Est. 2015

Update

Sabtu, 17 November 2018

Pengertian Dasar-Dasar Metode Penelitian & Metode Ilmiah

PENGERTIAN DASAR-DASAR METODE PENELITIAN
& METODE ILMIAH

Pendahuluan

  1. Apakah yang dimaksud dengan Penelitian ?
  2. Mengapa Penelitian diperlukan ?
  3. Apa ciri dari Metode Ilmiah ?
  4. Mengapa Manajer dan pengambil keputusan perlu memahami penelitian ?
Inilah beberapa pertanyaan mendasar yang akan di bahas.

Pengertian Penelitian

  1. Menurut Webter Dictionary, Penelitian adalah investigasi atau eksperimen yang bertujuan untuk menemukan dan interpretasi atas fakta, revisi atas teori atau hukum karena terdapat fakta baru, atau aplikasi praktikal atas teori atau hukum yang telah direvisi
  2. Menurut Donald & William (1997), penelitian ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris, dan kritis mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipotesis-hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga antara fenomenafenomena tersebut.

Riset :
Suatu usaha untuk menemukan suatu hal menurut metode yang ilmiah. Riset memiliki 3 unsur penting, yaitu:
  1. Sasaran
  2. Usaha untuk mencapai sasaran serta
  3. Metode ilmiah (Husein, 1999)

Penelitian Bisnis :
Merupakan penyelidikan sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk menyelesaikan persoalanpersoalan (Donald et al., 1997).

Untuk dunia bisnis yang berorientasi pada pengambilan keputusan yang bersifat aplikatif, beberapa penulis mendefinisikan penelitian bisnis sebagai :
  1. Suatu proses sistematis dan objektif yang meliputi: pengumpulan, pencatatan dan analisis data untuk membantu pengambilan keputusan bisnis (zikmund, 2000:5)
  2. Suatu upaya sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki suatu masalah yang muncul dalam dunia kerja yang memerlukan solusi (sekaran, 2000:3) 

Ilmu Pengetahuan dan Hubungannya dengan Penelitian

Definisi Ilmu :
Pengetahuan tentang fakta-fakta baik natura (eksakta) maupun sosial yang berlaku umum dan sistematik.

Proses berpikir lahir dari sesuatu rasa sangsi akan sesuatu dan keinginan untuk memperoleh suatu ketentuan yang kemudian tumbuh menjadi suatu masalah yang khas.

Masalah memerlukan suatu pemecahan, dan untuk ini dilakukan penyelidikan terhadap data yang tersedia dengan metode yang tepat.

Hubungan antara ilmu dan penelitian

Menurut Almack (1930) hubungan antara ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan proses, seperti terlihat pada gambar di bawah ini :


Hubungan antara ilmu dan penelitian

Menurut Whitney (1960) penelitian dan ilmu merupakan proses dan hasilnya adalah kebenaran, seperti terlihat pada gambar di bawah ini :


Manfaat Penelitian

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat kesamaan antara Penelitian dan Ilmu, yakni keduanya berusaha mengungkapkan kebenaran ilmiah.

Kebenaran Ilmiah
Suatu kebenaran ilmiah dapat diterima karena :
  1. Adanya koheran => Konsisten
  2. Adanya koresponden => Berhubungan
  3. Pragmatis Sifat fungsional dalam kehidupan praktis

Penjelasan :
Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya

Kebenaran Ilmiah
Suatu pernyataan dianggap benar, jika materi pengetahuan yang terkandung di dalam pernyataan tersebut berhubungan atau berkoresponden dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

Suatu pernyataan dipercayai benar karena pernyataan tersebut mempunyai sifat fungsional dalam kehidupan praktis atau memiliki sifat pragmatis di dalam kehidupan sehari-hari

Berpikir secara deduktif menggunakan sifat koheren dalam mencari kebenaran

Kebenaran Ilmiah
Sedangkan berpikir secara induktif , peneliti menggunakan sifat koresponden dalam mencari kebenaran

Berpikir secara deduktif adalah penarikan kesimpulan untuk hal yang spesifik dari gejala umum

Contoh :
Semua mahasiswa harus mengambil mata kuliah metode penelitian. Amir adalah mahasiswa,oleh karenanya Amir harus mengambil mata kuliah metode penelitian

Kebenaran Ilmiah
Berpikir secara induktif adalah suatu penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan spesifik untuk hal-hal yang umum

Contoh :
Mahasiswa A membawa modul pada saat kuliah metode penelitian

Mahasiswa B membawa modul pada saat kuliah metode penelitian

Kesimpulan : Semua mahasiswa membawa modul pada saat kuliah metode penelitian

Jenis – Jenis Penelitian

1. Penelitian Dasar / Murni (basic research) :
  • Pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil sesuatu aktivitas.
  • Hasilnya :Pengetahuan umum, yaitu alat untuk memecahkan masalah-masalah praktika.
2. Penelitian Terapan (applied research) :
  • Penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus - menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera untuk keperluan seseuatu.
  • Hasilnya : Aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.

Penelitian Terapan

Ada 3 (tiga) jenis penelitian terapan, yaitu :
  1. Penelitian evaluasi : penelitian yang diharapkan dapat memberikan masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih alternatif tindakan. Penelitian jenis ini lebih menekankan pada “ APA KARYA TERBAIK “ dan bukannya “ MENGAPA HARUS BERKARYA “.
     
  2. Penelitian dan Pengembangan : penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih tinggi.
     
  3. Penelitian tindakan : penelitian yang dilakukan untuk segera dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yang ada.

Kualifikasi Peneliti

Whitney (1960) memberikan beberapa kriteria yang harus dimiliki peneliti adalah sebagai berikut :
  1. Daya nalar
  2. Originalitas
  3. Daya ingat
  4. Kewaspadaan
  5. Akurat
  6. Dapat bekerja sama
  7. Kesehatan
  8. Semangat
  9. Pandangan moral

Pengertian Metode Ilmiah

Menurut ALMACK (1939) mendefinisikan Metode ilmiah sebagai suatu cara untuk menerapkan prinsipprinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.

Kriteria Metode Ilmiah
  1. Berdasarkan fakta
  2. Bebas dari prasangka
  3. Menggunakan prinsip-prinsip analisis
  4. Perumusan masalah, antara lain dengan menyusun hipotesis
  5. Menggunakan ukuran obyektif
  6. Menggunakan teknik kuantitatif dan atau kualitatif

Tahapan Metode Ilmiah
  1. Memilih dan mendefinisikan masalah
  2. Survei data yang tersedia
  3. Merumuskan hipotesis (bila penelitian bertujuan menguji hipotesis)
  4. Menyusun kerangka analisa dan alat-alat dalam menguji hipotesis
  5. Mengumpulkan data
  6. Mengolah, menganalisa dan membuat interpretasi
  7. Generalisasi dan membuat kesimpulan
  8. Membuat laporan penelitian

Sifat Penelitian
  1. Bersifat Kualitatif / QUALITATIF
  2. Bersifat Kuantitatif / QUANTITATIF
Masalah utama yang biasa dihadapi para peneliti pemula adalah menentukan metode penelitian yang paling tepat : Qualitatif atau Quantitatif.
Jawabannya tergantung pada masalah yang hendak diriset dan yang paling tepat untuk menjawab permasalahan yang dihadapi.

Suatu permasalahan umum yang sama, mungkin dapat diteliti melalui berbagai metode sehingga diperoleh hasil penelitian yang memuaskan

METODE PENELITIAN :


Metode Penelitian akan memberi gambaran atas:
  1. Bagaimana suatu Riset akan dilaksanakan; atau Bagaimana melanjutkan suatu riset yang pernah ada.
  2. Pertanyaan dan tujuan/objektif
  3. Teknik atau instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan data
  4. Jenis data yang akan dikumpulkan
  5. Bagaimana cara yang akan digunakan peneliti untuk menganalisa data
  6. Kesimpulan yang dapat diperoleh

Pengelompokkan Penelitian
Dewasa ini pengelompokan penelitian lebih banyak di dasarkan pada :
  1. Sifat masalah yang dipecahkan
  2. Alat dan tehnik yang digunakan
  3. Tempat penelitian
  4. Waktu jangkauan penelitian
  5. Daerah penelitian

Metode Dalam Penelitian
Penelitian dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) metode penelitian dimana penetapan dan pemilihan metode penelitian ini sangat berhubungan dengan desain dari penelitian itu sendiri, yaitu :
  1. Metode sejarah
  2. Metode deskriptif / survei
  3. Metode eksperimental
  4. Metode grounded research
  5. Metode penelitian tindakan

1. Metode Sejarah
Bertujuan untuk memberikan rekonstruksi masa lampau secara sistematis, dengan mengumpulkan, mengevaluasi, menjelaskan dan mensintesis bukti bukti untuk menegakkan fakta dan menarik kesimpulan secara tepat

Ciri khas metode sejarah
  1. Tergantung pada data yang diamati orang lain dimasa lampau
  2. Lebih banyak menggunakan data primer daripada data sekunder
  3. Menggali informasi yang tua yang tidak diterbitkan,tidak dikutip dalam bahan acuan standar
  4. Sumber data harus dinyatakan secara definitif

Sumber data pada Metode Sejarah
Terdapat 2 (dua) sumber data dalam metode sejarah yaitu :
  1. Remain dan Dokumen
  2. Sumber Primer dan Sekunder

Remain atau relics :
Bahan-bahan fisis atau tulisan yang mempunyai nilai-nilai sejarah yang terdapat tanpa suatu kesadaran menghasilkannya untuk suatu keperluan pembuktian sejarah. Termasuk disini: alat perkakas, perhiasan kuno, bangunan seperti piramida,canda, senjata, sendok, dll

Document
Laporan dari kejadian-kejadian yang berisi pandangan serta pemikiran-pemikiran manusia di masa yang lalu. Contoh : buku harian, batu bertulis, daun-daun lontar, reliefrelief pada candi, surat-surat kabar, dsb

Sumber Primer
Tempat atau gudang penyimpan yang orisinal dari data sejarah. Contoh : catatan resmi yang dibuat pada suatu acara atau upacara, saksi mata, keputusan rapat, foto-foto, dll

Sumber Sekunder
Catatan tentang adanya suatu peristiwa, ataupun catatan-catatan yang jaraknya telah jauh dari sumber orisinil

Contoh : Keputusan rapat suatu perkumpulan bukan di dasarkan dari keputusan dari rapat itu sendiri, tetapi dari sumber berita di surat kabar.

2.Metode Deskriptif
Adalah metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai kejadian.

Tujuan : Untuk menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Riset secara deskriptif mencoba memperoleh jawaban atas pertanyaan Siapa (who), Apa (what), Kapan/Bilamana (When) dan kadang kala Bagaimana (how). Peneliti kerap mendeskripsikan suatu subjek dengan penciptaan suatu kelompok masalah, kejadian dan orang.

Riset semacam ini menuntut sang peneliti melakukan pengumpulan data dan menghabiskan waktu untuk observasi atas berbagai kejadian atau karakter (dikenal dengan istilah variabel riset).

Riset Eksplanasi
Ketika riset deskriptif dilanjutkan dengan mencari jawaban atau penjelasan atas suatu fenomena maka riset tersebut menjadi riset explanatory. Riset explanatory secara sederhana mencari jawaban atas pertanyaan mengapa (Why). Perlu diketahui bahwa akademisi masih memperdebatkan batasan antara riset deskriptif dan explanatory, karena kerap riset explanatory juga mencari jawaban atas pertanyaan Bagaimana (How).

3. Metode eksperimental
Adalah metode yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap obyek penelitian dan adanya kontrol.

Tujuan : Untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab akibat dan berapa besar hubungan sebab akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu dan menyediakan kontrol untuk perbandingan.

Metode ini umumnya dilaksanakan untuk penelitian-penelitian ilmu eksakta / ilmu natura.

Perbedaan Metode Deskriptif dengan
Metode Deskriptif :
  1. Tidak terdapat kontrol
  2. Variabel yang diteliti tidak dimanipulasi

Metode Eksperimental :
  1. Adanya kontrol
  2. Manipulasi terhadap variabel
  3. Objek diatur lebih dahulu untuk diberikan perlakuan-perlakuan

Beberapa Kriteria Umum Metode Eksperimental
  1. Masalah yang dipilih harus penting dan dapat dipecahkan.
  2. Variabel dalam percobaan harus didefinisikan dengan seterang-terangnya.
  3. Percobaan harus dilaksanakan dengan desain percobaan yang cocok.
  4. Ketelitian dalam observasi dan ketepatan ukuran sangat diperlukan.
  5. Metode, material dan referensi harus dijelaskan.
  6. Analisis Uji statistik.
  7. Interpretasi dan generalisasi


4. Metode Grounded Research
Adalah suatu metode penelitian yang berdasarkan kepada fakta dan menggunakan analisis perbandingan.

Tujuan : Untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan dan mengembangkan teori.

Ciri-ciri Grounded Research
  1. Data sebagai sumber teori dan sumber hipotesis
  2. Dasar analisisnya adalah sifat-sifat yang ditemukan.
  3. Pengumpulan data dan analisis data berjalan pada waktu yang bersamaan.


Tahapan Grounded Research
  1. Tentukan masalah yang ingin diselidiki
  2. Kumpulkan data
  3. Analisis dan penjelasan
  4. Kesimpulan


5. Metode Penelitian Tindakan
Adalah suatu penelitian yang dikembangkan bersamasama antara peneliti dan pengambil keputusan tentang variabel-variabel yang dapat dimanipulasi dan dapat digunakan untuk menentukan kebijakan dan pembangunan.

Tujuan :
  • Untuk memperoleh penemuan yang signifikan secara operasional sehingga dapat digunakan ketika kebijakan dilaksanakan.
  • Penelitian Tindakan adalah suatu paradigma yang memungkinkan peneliti mengembangkan pemahaman atau pengetahuan atas suatu praktek.
  • Keunggulan utama penelitian tindakan adalah memungkinkan riset dilakukan dalam situasa dimana metode riset lain sulit untuk diterapkan


Langkah-langkah Pokok Metode Penelitian Tindakan
  1. Rumuskan masalah
  2. Kumpulkan data teori yang tersedia
  3. Rumuskan hipotesis
  4. Membuat desain penelitian
  5. Tentukan kriteria evaluasi, teknik pengukuran dan analisis yang digunakan.
  6. Kumpulkan data
  7. Analisis data
  8. Interpretasi dan membuat kesimpulan


Syarat-syarat percobaan yang baik :
  1. Percobaan harus bebas dari bias
  2. Percobaan harus mempunyai ukuran terhadap error/kesalahan
  3. Percobaan harus punya ketetapan
  4. Tujuan harus didefinisikan sejelas-jelasnya
  5. Percobaan harus punya jangkauan yang cukup


Analisis Data

Analisis data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah karena dengan analisis suatu data dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian.

Data mentah yang telah dikumpulkan oleh peneliti tidak akan ada gunanya jika tidak dianalisa. Data mentah tersebut diklasifikasikan untuk memudahkan dalam pengolahan dan analisa data.

Tahapan Pengolahan Data

1. Mengedit data ( Editing )
Beberapa hal yang diperhatikan dalam mengedit data :
  • Apakah data sudah lengkap dan sempurna ?
  • Apakah data sudah cukup jelas dan konsisten
  • Apakah ada jawaban yang tidak sesuai ?


2. Mengkode data ( Coding )
Pemberian kode kepada jawaban sangat penting jika pengolahan data dilakukan dengan komputer. Pemberian kode dapat dilakukan dengan melihat jenis pertanyaan dan jawaban dari pertanyaannya.

3. Membuat tabulasi
adalah memasukkan data ke dalam tabel dan mengatur angka-angka sehingga mudah dalam menghitungnya.

4. Analisis data
adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan.

5. Penafsiran / Interpretasi
adalah penjelasan yang terperinci mengenai arti yang sebenarnya dari materi yang dipaparkan.

Analisis Deskriptif

Adalah transformasi data mentah menjadi suatu bentuk yang memudahkannya untuk dipahami serta diiterprestasikan; termasuk pengaturan, pengurutan, dan mainipulasi data untuk menghasilkan informasi deksriptif.

Terdapat beberapa alternatif cara analisis deskriptif, tergantung pada tipe pengukuran variabelnya

Definisi Penelitian Kualitatif

Bogdan dan Taylor mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata kata tertulis atau lisan dari orang orang dan perilaku yang dapat diamati

Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya

Karakteristik Penelitian Kualitatif

  1. Melakukan penelitian pada latar alamiah
  2. Manusia sebagai alat pengumpul data utama
  3. Menggunakan metode kualitatif
  4. Menggunakan analisis data secara induktif
  5. Penyusunan teori dimulai dari pengumpulan data yang saling berhubungan
  6. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata,gambar, dan bukan angkaangka
  7. Lebih mementingkan proses daripada hasil
  8. Batasan penelitian ditentukan oleh tujuan penelitian
  9. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data
  10. Desain penelitian bersifat sementara, yang terus menerus disesuaikan kenyataan di lapangan
  11. Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama

Analisis Data Kualitatif

  1. Atur dan siapkan data untuk analisis
  2. Baca seluruh data. Dapatkan gambaran masalah secara keseluruhan.
  3. Mulai analisis dengan proses kodefikasi
  4. Susun suatu deskripsi dari objek penelitian (masyarakat/kelompok/grup, dsb) baik dalam bentuk katagori atau tema.
  5. Interpretasikan dan beri makna bagi tema (tulisan, gambar, dsb)

Penelitian Kualitatif

  1. Penelitian Tindakan / Action Research
  2. Studi Kasus
  3. Ethnography
  4. Grounded Theory

Masalah Penelitian

Masalah Penelitian /Research Question

Dalam studi atau riset atau penelitian kualitatif, peneliti kerap mengunakan kalimat tanya, dan bukan kalimat peryataan atau hipotesis.

Contoh:
Bagaimana siswa memanfaatkan internet sebagai sarana pengembangan ilmu?

Paradigma

Paradigma adalah
  • Suatu dasar (sementara) yang dapat diterima dari pada suatu disiplin
  • Pada umumnya diterima sebagai skema bagi pemilihan dan pemecahan masalah
  • Asumsi dasar sekaligus penjelasan

Perbedaan Paradigma Ilmiah dan Alamiah





Penelusuran yang terkait dengan Pengertian Dasar-Dasar Metode Penelitian & Metode Ilmiah

metode penelitian ilmiah
mengapa dalam melakukan penelitian perlu menerapkan metode ilmiah
contoh metode ilmiah
pengertian hakikat penelitian
dasar-dasar metodologi penelitian pdf
metode ilmiah fisika
metode ilmiah biologi
contoh metode ilmiah kimia

" Pengertian Dasar-Dasar Metode Penelitian & Metode Ilmiah "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad