Pengenalan ECommerce - Konsep, Jenis dan Contoh - Alfan.id

Campus Project Est. 2015

Update

Senin, 03 Desember 2018

Pengenalan ECommerce - Konsep, Jenis dan Contoh

PENGENALAN E-COMMERCE
KONSEP, JENIS DAN CONTOH

Pengertian E-Commerce

Electronic Commerce (E-Commerce) secara umum merupakan kegiatan bisnis (perniagaan/perdagangan) atau jasa yang berhubungan erat dengan konsumen (Consumers), Manufaktur, Internet Service Provider (ISP) dan Pedagang Perantara (Intermediateries) dengan menggunakan media elektronik. Dalam hal ini media elektronik utama dengan menggunakan internet.

Menurut Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005) menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transaksi komersial.

Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi mengutip pendapat David Baum: Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

Baca : Mengenal Fungsi Teknologi dalam Dunia Usaha / Bisnis - Technopreneurship

Tipe Aplikasi dalam Sistem e-commerce 

Electronic Markets (EMs)
adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.

Electronic Data Interchange (EDI)
adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.

Internet Commerce.
adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan

Konsep E-Commerce

E-Commerce memiliki 5 (lima) konsep dasar :
  1. AutomationOtomasi bisnis proses sebagai pengganti proses manual (konsep “enterprise resource planning”)
  2. Streamlining / IntegrationProses yang terintegrasi untuk mencapai hasil yang efisien dan efektif (konsep “just in time”).
  3. PublishingKemudahan berkomunikasi dan berpromosi untuk produk dan jasa yang diperdagangkan (konsep “electronic cataloging”)
  4. InteractionPertukaran informasi/data antar pelaku bisnis dengan meminimalisasikan human error (konsep “electronic data interchange”)
  5. TransactionKesepakatan dua pelaku bisnis untuk bertransaksi dengan melibatkan institusi lain sebagai fungsi pembayar (konsep “electronic payment”) 

 KARAKTERISTIK E-COMM

  • Transaksi tanpa batas. Batas geografis tidak menghalangi perusahaan besar maupun kecil untuk go-internasional. 
  • Transaksi anonim. Penjual dan pembeli tidak harus bertatap muka dan tidak memerlukan identitas asli selama pembayaran telah diotoritas
  • Produk digital dan non digital. Produk yang ditawarkan bisa lebih beragam
  • Produk Barang tak berwujud. Seperti data, software atau ide-ide dapat dijual secara online

Perkembangan E-Commerce di Indonesia

Tantangan perkembangan E-Commerce di Indonesia, yaitu :
1. Kultur
  • Masyarakat Indonesia, yang masih belum terbiasa dengan berbelanja dengan katalog.
  • Masih harus melihat secara fisik atau memegang barang yang akan dijual.
  • Masih senang menawar harga yang dijual
2. Kepercayaan
  • Kepercayaan antara penjual dan pembeli masih tipis.
  • Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang.
  • Penggunaan masih jarang.Perkembangan E-Commerce

Merujuk data Frost & Sullivan (“Indonesia Telecom Outlook Indonesia–Go Online”, 2012), pendapatan transaksi Ecommerce di Indonesia mencapai USD 120 juta pada 2010 dan akan menjadi USD 650 juta pada 2015. Sementara itu, menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2012 mencapai 63 juta dan diprediksi menjadi 82 juta di akhir 2013

Pertumbuhan E-commerce di Indonesia, menurut Daniel Tumiwa, Ketua Umum Indonesia e-Commerce Association (idEA), dipicu oleh tren digital yang tengah marak. “Industri ecommerce tumbuh secara signifikan di Indonesia. Sayangnya, baru 6,5% pengguna internet yang bertransaksionline.Perkembangan E-Commerce di Indonesia

Menurut Azhar Hasyim, Direktur E-Bussiness Kementerian Komunikasi dan Informatika, pada tahun 2012, potensi E-commerce mencapai Rp 160 triliun dan di tahun 2013 diperkirakan akan naik 30 persen. Fred Wilson Venture Capitalist dari Union Square menganalisa Pendapatan E-Commerce mencapai $ 200 miliar di Amerika Serikat pada 2011 dan tumbuh hampir 10% per tahun. Pendapatan E-Commerce global setidaknya dua kali lipat, mungkin sebanyak $ 500 miliar .
TAHAPAN TRANSAKSI E-COMMERCE

Mekanisme E-Commerce


Ruang Lingkup E-Commerce
  1. Business To Business (B2B)
  2. Business To Consumer ( B2C)
  3. Consumer To Consumer (C2C)
  4. Consumer To Bussines (C2B)

Baca : Berfikir Perubahan, Inovatif dan Etika Bisnis

Business To Business (B2B)

Pengertian B2B meliputi transaksi IOS (Inter Organizational System) dan transaksi pasar elektronik (electronic market transactions) antar organisasi. Tipe-tipe IOS antara lain berupa EDI, extranets, electronic funds transfer, electronic forms, integrated messaging, shared databases, dan supply chain managementContoh: alibaba.com, ecplaza.net, ec21.net

Karakteristik B2B
  • Pertukaran informasi yang dilakukan atas dasar kebutuhan dan kepercayaan.
  • Pertukaran Informasi dilakukan dengan format yang sudah disepakati dan Service sistem yang digunakan antar kedua pembisnis juga menggunakan standard yang sama.
  • Salah satu pelaku bisnis tidak harus menunggu rekan bisnisnya untuk mengirimkan datanya.
  • Sarana yang digunakan EDI (Electronic Data Interchange )
  • Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dengan model ini antar pelaku bisnis lebih mudah untuk mendistribusikan informasi yang dimilikinya

Business To Consumer (B2C)

Pengertian B2CMerupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.

Contoh: amazon.com, ebay.com, blackberry.com

Karakteristik Business To Consumer (B2C)
  • Informasi disebarkan secara umum.
  • Pelayanan yang diberikan bersifat umum sehingga banyak digunakan oleh banyak orang.
  • Pelayanan yang diberikan berdasarkan permintaan. Konsumen melakukan permintaan, maka pelaku usaha harus cepat dan siap merespon permintaan konsumen tersebut.
  • Pendekatan yang dilakukan adalah Client Server, dimana Konsumen berada pada sisi Client, dengan menggunakan Web Broses untuk mengaksesnya, dan Pelaku Usaha berada pada sisi Server

Consumers To Consumers (C2C)

Pengertian C2C Dimana  konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Biasanya individu mengiklankan produk, jasa, pengetahuan, maupun keahliannya  atau classified ads. disalah satu situs lelang
Contoh: kaskus.com, tokobagus.com, bekas.com

Karakteristik C2C
  • Pada lingkup konsumen ke konsumen bersifat khusus karena transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja, seperti Lelang Barang.
  • Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi tentang produk, harga, kualitas dan pelayanannya.
  • Konsumen juga membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar luas melalui komunitas tersebut.

Consumers To Bussines (C2B)

Pengertian C2BMerupakan individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukan transaksi.

Contoh: priceline.com, inabay.com

Karakteristik C2B

  • E-commerce antara individu dan perusahaan secara langsung.
  • Dengan semakin banyaknya individu yang menawarkan produk dan jasa melalui internet maka pasar C2B semakin potensial.
  • Perusahaan mendapatkan akses yang luas pada produk dan jasa ditawarkan oleh individu.

Baca juga : Tips menjadi Wirausaha Sukses - Entrepreneurship

Penelusuran yang terkait dengan Pengenalan ECommerce - Konsep, Jenis dan Contoh

contoh e-commerce di indonesia
contoh e-commerce b2b
contoh perusahaan e commerce
pengertian e-commerce dan contohnya
jenis jenis e commerce
contoh website e-commerce di indonesia
kategori e-commerce dan contohnya
contoh business to business

" Pengenalan ECommerce - Konsep, Jenis dan Contoh "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad